Kekeramatan Para Wali

2023-09-09 02:33:07

1. Kitab Al-Sabaik al-Dzahabiyyah karya Al-Ghoniman seorang ulama wahabi, Halaman 477, Terbitan Dar Ibn Al Jauziy Saudi Arabia, Cetakan pertama 1430H

Mempercayai Kekeramatan Para Wali adalah Salah Satu Aqidah Ahlu Sunnah

Dalam kitab ini al ghonimaan menukil pernyataan Ibn Taimiyyah

"Salah satu ushul akidah Ahlu Sunnah adalah mempercayai kekeramatan para wali, dan apaapa yang telah Allah cucurkan atas kemampuan mereka dari hal-hal diluar kebiasaan" 


2. Kitab Al-Nubuat tahqiq Al-Tuuyaan, karya Ibn Taimiyyah yang bermazhab Hanbali, Jilid 2 Halaman 807-808, Terbitan Adhwau al-Salaf, di cetak di Univers

Ibn Taimiyah berkata: "terkadang menghidupkan orang yang sudah mati dapat dilakukan oleh pengikut para nabi sebagaimana yang telah terjadi dari sekelompok umat ini (umat Islam) dan dari pengikut Nabi Isa as". 

Muhaqiq dalam catatan kaki berkata: "Allamah ibn katsir telah menyebutkan banyak kisah tentang dihidupkannya orang yang sudah mati yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad saw" 

Meyakini seorang wali yang dapat menghidupkan orang mati bukan termasuk gulat atau berlebih-lebihan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibn Katsir dan juga dipertegas oleh Ibn Taimiyah dan yang paling penting adalah kekeramatan yang dimiliki oleh para wali merupakan pemberian Allah swt dan atas seizin-Nya. Namun anehnya, para pengikut Ibn Taimiyah sendiri yang selalu menyalahkan orang lain ketika orang tersebut meyakini kekeramatan wali. 

3. Syarah ‘Aqidah al-Wasithiyah, karya Al-Utsaimin seorang ulama wahabi, Halaman 629-630, Terbitan Dâr Ats Tsuroya, Cetakan kedua tahun 2005 M/ 1426 H.

Utsaimin berkata: "Sebagian ulama berkata: "Tidak ada satu mu'jizat pun untuk seorang nabi dari para nabi terdahulu melainkan untuk Rasulullah saw yang semisalnya. Maka ada kritik kepada mereka bahwa Rasulullah saw tidak pernah dilemparkan kedalam api, kemudian keluar dalam keadaan hidup sebagaimana yang terjadi pada Ibrahim" 

Maka dijawab: "Bahwasannya hal seperti itu, terjadi pada pengikut Rasulullah saw, sebagaimana disebutkan para sejarawan tentang Abu Muslim al-Khaulâni. Dan apabila pengikut Rasulullah saw memiliki karamah yang sejenis dengan kejadian yang di luar kebiasaan tersebut, maka itu menunjukkan bahwa agama Nabi saw adalah haq, karena itu dikuatkan dengan mu'jizat seperti yang diperuntukkan bagi Ibrahim. Dan dikatakan pula kepada mereka bahwa lautan tidak pernah dibelah untuk Nabi saw, namun telah dibelah untuk Musa!" 

Maka dijawab: "Hal itu juga, diperuntukkan bagi umat ini dalam hal yang berkenaan dengan lautan, bahkan LEBIH BESAR DARI APA YANG DIALAMI OLEH MUSA, yaitu dia berjalan diatas air, sebagaimana kisah 'Ala bin al-KhAdrAmi, di mana mereka berjalan di atas permukaan air, ini lebih besar dari apa yang dialami oleh Nabi Musa karena Musa berjalan di atas tanah yang kering." Dan dikritik pula atas mereka bahwa diantara mukjizat Isa adalah menghidupkan orang yang sudah mati, dan itu tidak terjadi untuk Rasulullah saw" 

Maka dijawab: "Hal itu juga terjadi pada pengikut Rasulullah saw sebagaimana kisah seorang laki-laki yang keledainya mati di tengah jalan, kemudian dia berdoa kepada Allah swt untuk menghidupkannya maka Allah MENGHIDUPKAN KEMBALI KELEDAINYA." 

Jika keyakinan dan pernyataan semacam ini datangnya dari orang-orang yang mencintai para wali, sudah pasti akan disalahkan dan dikatakan gulat bahkan syirik. Namun sekarang kita telah membaca dengan jelas, apa yang dikatakan oleh salah satu ulama wahabi yaitu al-Utsaimin, yang mana sikap dan penilaian dia terhadap kemuliaan yang dimiliki oleh umat Rasulullah saw, anehnya tidak ada kritik apapun apa yang dinyatakan olehnya.