Keagungan Kubur Nabi SAW
2023-08-12 23:20:15
1. Kitab Bada’i al-Fawaid Karya Ibn Qoyyim Al-Jauziyyah yang bermazhab Hanbali (Murid Ibn Taimiyyah) Jilid 1- 4 (pada jilid 3) Halaman 119, Terbitan Dar
Ibn Aqil berkata: "seseorang bertanya kepadaku: "Mana yang lebih mulia antara kamar Nabi saw atau Ka'bah?" Ibn Aqil menjawab: "Jikalau yang engkau maksud hanya sekedar kamar (yaitu dinding yang terdiri dari batu-batu tersusun) maka Ka'bah lebih mulia. Namun jikalau yang engkau maksud adalah jasad Nabi saw yang berada di dalamnya (kamar), maka Demi Allah, Arsy dan para malaikat pemikul Arsy, serta surga Adn tidak lebih mulia dari jasad Rasulullah saw, tidak pula bintang-bintang yang berada pada orbitnya lebih mulia dari jasadnya saw. karena di dalam kamar terdapat jasad (Rasulullah saw) yang jika diukur atau ditimbang dengan (dibandingkan) dunia dan akhirat maka jasad beliau saw lebih berat (dalam hal keutamaan dan kemuliaan).
Jika jasadnya saja lebih mulia daripada dunia dan akhirat, lalu apa yang terlintas di hati kita dengan ruh Rasulullah saw? Inilah pernyataan Ibn Aqil yang dinukil oleh Ibn Qoyyim al-Jauziyah, dan Ibn Qoyyim tidak membantahnya sementara kita mengetahui bahwa Ibn Qoyyim adalah murid dari Ibn Taimiyyah.
2. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah karya Ibn Katsir yang bermazhab syaf’i, jilid 2 halaman 594, Terbitan Dar al-Fikr, Cetakan pertama tahun 2005 M/1425-142
Ibn Katsir berkata: "Pendapat yang terkenal dari mayoritas ulama adalah bahwasanya Mekkah lebih mulia dari kota Madinah kecuali tempat yang mana terbaring JASAD RASULULLAH saw (yaitu makam Nabi saw)".
Anehnya, masih ada orang-orang yang meyakini bahwa jasad saw tersebut tidak membawa manfaat atau dampak apapun. Sementara sebagian besar ulama menjadikan tempat yang dimana jasad itu berada, lebih mulia daripada Mekah.